Minggu, 31 Oktober 2010

Hasil Keringat Untuk PAMERAN MELUKIS...!!!





Senang! Senang!

Sungguh berat perjuangan para anak-anak yang mengikuti ekstrakurikuler melukis (itu Aku!) ketika mempersiapkan pameran melukis. bagaimana tidak, kami harus menghabiskan uang dan tenaga untuk untuk pameran itu. Kurangnya gambar adalah masalah utama kami. Tapi, untungnya, rasa antusia, kepedulian, semangat, rasa bertanggung jawab dan rasa bekerjasama yang kami miliki, dapat menyelesaikan masalah itu. Dengan dibina oleh pembina ArtClub, Pak Ramli, pameran melukis "Art Club Gallery" yang diadakan pada tanggal 26 Juli 2010 yang lalu dalam rangka ulang tahun Sakura yang ke-10 berlangsung lancar dan meriah.

 Pameran melukis Sakura sebenarnya sudah direncanakan dari 2 tahun yang lalu, tetapi selalu saja gagal untuk dilaksanakan.
Akhirnya, pada bulan Januari 2010, pameran melukis sudah serius untuk diwujudkan (yeah!). Banyak sekali rencana dan ide-ide (bodoh) yang keluar dari kepala para panitia. mulai dari ide kostum para ArtClub, tugas-tugas anggota, brosur, kelompok promosi, ruangan, dekorasi, banyaknya lukisan yang dibuat per orang, rencana dijualnya lukisan, harga, dan lainnya. Bahkan, ada yang menyeletuk untuk membuat stiker emosi (ide bodoh Wina). Stiker emosi adalah stiker bergambar wajah senang dan sedih untuk mengungkapkan pendapat pengunjung tentang pameran melukis ini. tapi rencana itu gagal di laksanakan. Coba bayangkan, harga satu stiker harganya Rp. 1500. Rencananya stiker akan dibuat sebanyak 2000 buah (1000 senyum, 1000 sedih). Jadi, ArtClub harus mengeluarkan dana sekitar Rp. 3000.000^_^" (mana mau bayar segitu, minta uang kas 5000 aja susah!).

untuk mengganti stiker emosi, akhirnya dibuatlah kain putih (kain kasa), dan para pengunjung harus menandatangani kain itu beserta komentarnya masing-masing. Selain itu, hal yang juga ditakuti adalah sempitnya ruangan. Jadi, kami berencana untuk menggunakan dua kelas, yaitu kelas B dan C (ide Wina). Tapi rencana itu juga batal dilakukan, mengingat masalah utama kita, kurangnya lukisan. Jadi, pengunjung bisa diatur lah...
kelas juga di ganti menjadi kelas A karena letaknya lebih strategis. Huff, emang bener-bener harus dipikir matang-matang!
Sehari sebelum hari H, para semua anggota ArtClub bekerjasama untuk mengubah kelas A menjadi sebuah Gallery. Semua bekerja dengan semangat tanpa terkecuali. Harapan kita hanya satu, yaitu suksesnya pameran melukis untuk menyalurkan bakat serta menumbuhkan minat siswa terhadap seni.
Para ArtClub juga merasa puas dengan respon dari para pengunjung. komentar-komentar mereka yang membangun sangat memberikan tenaga baru untuk menambah kemampuan. Terimakasih semua!