Mulai memasuki jenjang sekolah menengah atas dengan tidak semangat!! :(
Setelah mengikuti MOS yang menyusahkan hidup, kita harus menghadapi ujian buat penentuan kelas. Padahal udah sehati sama temen-temen waktu MOS, masa harus pisah dan beradaptasi lagi? Aku pun belajar pas-pasan, tapi tetep berharap dapet kelas x-1. Mimpi yang setinggi langit. Tapi gak apa, kalo jatuh juga masih nyangkut di pohon kelapa :D
Dan waktu aku masuk ke ruangan ujian, bangku buat aku kurang!! Akhirnya aku angkat bangku dari ruang sebelah ke kelas. Cukup makan tenaga, karena bangku itu berat banget!! Y_Y Gara-gara capek, wajar aja kan kita jadi gak konsen ngerjain soal?
Akhirnya aku menyelesaikan 60 soal matematika+bahasa Indonesia+bahasa Inggris+Biologi+Fisika dalam waktu 30 menit. Lagi 1 setengah jam aku tidur.
Yap, keesokan harinya, pengumuman kelas pun tiba. Nama-namanya dibacain lewat mikrofon. Padahal kan jadi gak jelas! Setelah sekian lama, akhirnya namaku pun dipanggil. Aku langsung aja masuk barisan. Aku gak peduli yang aku masukin itu kelas apa.
Eh, ternyata x-5.
Owowowo... kelas tengah-tengah. Berarti otakku setengah-setengah? Ya lumayan lah daripada dapet kelas terakhir.
Eh, tapi beneran gak ya aku kelas x-5? Kan waktu pengumuman itu aku asal masuk barisan? Aku pun mulai panik sendiri, dan gak dengerin pidato kepala sekolah. Aku nyari-nyari Krisna, anak yang waktu berbaris itu ada di sampingku. Aku pingin mastiin, bener kan aku di x-5.Aku mendongakkan kepalaku kemana-mana, tapi anak tuh kok gak ada ya? Kemana sih dia?? Ckckck.. pas kayak gini dia malah gak ada!
Aku pun menenangkan diriku. Ahh.. tenang aja, aku pasti di x-5. Soalnya kan OSISnya tadi udah ngitung, dan dia gak bilang ada kelebihan anak. Aku pun mulai tenang dikit. Tiba-tiba, anak di samping kananku nyuruh aku sedikit bergeser ke kiri. Aku pun bergeser dan menyenggol anak di sebelah kiri. Baru mau minta maaf, tapi gak jadi waktu tahu anak itu KRISNA!!
"Krisna?? Kamu disini?" kataku.
"Eh, iya aku disini," kata Krisna dengan tampang innocent.
"Eh Kris, kita kelas x-5 kan???" kataku panik.
"Iya," katanya. Aku lega banget.
Esok harinya, aku pun masuk ke kelas x-5. Gila, kelasnya di lantai 3, bisa lepas kakiku selama 360 hari naik tangga!! Sampai di kelas, kelasnya sepi banget nggak kayak di SMP. Yang aku kenal ada 3 orang.
Pak guru pun masuk, dan gurunya beda 180 derajat dengan yang di SMP. Dan waktu gurunya absen, namaku gak ada!!!!
Panik panik PANIK!!!
Aduh, aku udah salah masuk kelas gimana nih gimana nih GIMANA NIH...!!!
Akhirnya aku pulang ke rumah dengan keadaan depresi. Aduh, gimana nih? Kalau lapor ke guru, nanti dimarahin gimana? Kan aku masih murid baru, aduh gimana, gimana??!
Akhirnya, setelah berdepresi depresi ria, aku nekat buat ngomongin masalah ini sama guru.
Keesokan harinya, aku langsung melancarkan rencana. Pertama, aku mau nanya sama kelas tetangga, kelas x-6 yang aku curigai kalo namaku ada di sana. Ugh, tapi susah nyari anak kelas x-6 yang bisa ditanyain :'( Yosh, ayo berusaha!!
Pas lagi mikir-mikir, tiba-tiba ada anak kelas x-6 yang ternyata SMP nya sama kayak aku tapi beda kelas, namanya Sinta. Langsung aja aku ngambil kesempatan itu dan nanya-nanya ke dia. Ternyata emang ada namaku disana!!! Sip, rencana satu selesai. Rencana dua, ke kantor nyari guru wali kelas x-6.
Aku pun jalan sendirian ke kantor guru, dan celingukan sendiri. Nyari Bu gurunya kemana ya? Aku ngeliat guru piket, dan memberanikan diri buat nanya.
"Permisi pak, Bu Sri wali kelas x-6 ada?" tanyaku.
"Bu Sri siapa?" tanya pak guru.
"Bu Sri... wali kelas x-6 guru bahasa Indonesia..." kataku.
"Nama lengkapnya?"
"Errr..... Nggak tahu..."
"Siapa nama lengkapnya? Di sini banyak guru yang namanya Sri," kata pak gurunya. Aduh, malah dikerjain, padahal lagi keadaan gawat gini!!
"Nggak tahu pak, cuma tahu nama panggilnya aja..." kataku. Aku langsung diajak ke ruang guru. Kirain mau diajak ke tempat Bu Sri, tapi malah dikasi daftar guru!!!
"Nah, disini cari-cari nama gurunya. Siapa nama wali kelas x-6, ok! ok!" kata pak gurunya langsung pergi. Eehhh...?????
Aku pun nyari-nyari sendiri nama gurunya. Yup, ketemu! Bu Sri Sulistyawati. Aku langsung nanya dimana Bu Sri Sulistyawati, dan katanya dia hari ini gak masuk....!!!!
Aku kembali ke kelas dengan lesu. Sampai di lantai tiga, aku langsung tepar. Tapi, tugasku belum selesai. Pindah kelas. Yup, aku kabur dari kelas x-5 ke kelas x-6.
Kelas x-6.
Orangnya gila-gila banget!!! duh, aku jadi bingung. Nggak ada tempat kosong. Aku pun duduk mojok di belakang sendirian. Sungguh, aku kayak anak buangan. Emang anak buangan kali ya. Hiks!
Hu.. hu.. huu.. hiks! Rasanya menyesal pindah kelas. Kayaknya udah enak di kelas x-5, dapet tempat duduk ideal, dan banyak temen-temen cewek. Kalo disini, udah di belakang, cowoknya banyak banget lagi! Ribut juga. Hiks hiks, aku pun meratapi nasibku.
Bel bunyi, dan kita pun berdoa. Moga abis berdoa, perasaanku agak tenang. Pas lagi berkonsentrasi tingkat tinggi, tiba-tiba anak cowok yang duduk di depanku manggil aku, menghancurkan konsentrasiku.
"Hai anak baru!" katanya.
"Hai," kataku.
"Namamu siapa?" tanyanya.
"Dei," kataku sambil mencoba konsentrasi lagi.
"Oh, aku juga Dei," katanya.
Heh?
"Eh, ikut-ikut aja," kataku.
"Enak aja, namaku Dwi tau!" katanya ketus.
"Ooo... iyaiya," kataku lalu melanjutkan berdoa.
"Hehe.. orang berdoa aku gangguin," katanya dengan bangga ke temen sebangkunya yang sedang berdoa.
Aduuh, hari pertama aja udah aneh. Bisa nggak ya 3 tahun aku disini? Aku jadi bingung sendiri.
Beberapa menit kemudian, guru pun masuk kelas. Dan ternyata itu adalah Bu Sri yang aku cari-cari tadi. Aku pun langsung aja bilang masalahku. Namaku pun ditulis, paling bawah di absen. Eh? bukannya namaku udah ada di absen kelas x-6? kok di tulis lagi? Ternyata, namaku udah di black list (dicoret pake spidol) dan di ganti sama seorang anak nyasar. Dia juga sama nasibnya kayak aku, cuma dia nggak tau sebenarnya dia ada di kelas mana. Jadi numpang deh di kelas x-6. Persis kayak anak ayam yang nyasar gitu deh!
Dan siapakah orangnya...??
DWI...!!
Iyap, waktu hari pertama, waktu aku di kelas x-5 tuh, Bu guru nyoret namaku dan ganti pake namanya Dwi! -_-
Dan dimulailah hidupku di kelas x-6!!!!!!
Waktu terus berjalan, detik, menit, jam, hari, dan bener deh, aku bersyukur masuk x-6... hiks hiks ! *nangis terharu* Thx God!
Tahu nggak kenapa aku nggak rugi masuk x-6? Soalnya temen-temenku pelawak semua! Nonton lawak tiap hari gratis! Biasanya tokoh utamanya tuh Adi si ketua kelas, Ari, sama Dwi.
Salah satu lawakan yang aku inget.
Oya, sedikit penjelasan, aku punya temen gendut banget, namanya Yuda Prakasa S. Waktu ditanya guru atau temen apa kepanjangannya "S" itu, dia bakal bilang "Nggak tahu..." dan dia sering jadi korban lawakan.
guru : "anak-anak, gantungkanlah cita-cita kalian setinggi langit."
Adi : "Bu, saya ingin jadi dosen!"
guru : "Oh, ya bagus itu, kenapa nggak dokter aja?"
Adi : "Nggak bisa Bu, soalnya saya buta warna. Saya pernah di periksa."
guru : "Hah? masa?"
Adi : "Iya Bu, buta warnanya ini keturunan dari kakek saya."
Temen-temen : "Eh, siapa nama kakekmu..??" (nyari bahan ejekan)
Adi : "Hmm... Yuda Prakasa S!" (tampang tak berdosa)
Gyahahahahaha....!!! Aku ngakak tanpa henti. Temen-temen juga. Adi si pelaku cuma diem, sedangkan korbannya si Yuda cuma bisa bilang, "kok aku?" ngebayangin Yuda punya cucu Adi... ih serem.
Pernah juga satu kelas heboh cuma gara-gara seekor laba-laba kecil tak berdosa. Anak-anak cewek pada teriak-teriak. Adi berusaha nangkep, dan Dwi ngeliat dari dekat. Alasan Adi nangkep, bukan karena biar anak-anak cewek gak takut lagi. Tapi biar nggak ada anak yang digigit laba-laba dan jadi spiderman. Kalo ada, kan saingannya nambah.
Adi berhasil nangkep laba-laba, dan mengarahkannya ke Dwi. Dwi pun kaget dan spontan kabur, disusul sama Adi. Cara Dwi yang takut dan lari disusul sama Adi yang ngejar buat temen-temen ngakak. Aku guling-guling ngakak keras banget. Duh, coba deh aku rekam. Anak-anak satu Indonesia bahkan dunia dah ngakak guling-guling.
Laba-laba pun dibawa ke tempat yang aman, yaitu tong sampah. Sampai di kelas, Adi kayak orang kesurupan langsung teriak-teriak kesakitan. Ceritanya dia digigit laba-laba gitu deh. Setelah itu, dengan gaya spiderman, Adi langsung mengarahkan tangannya ke tembok, seperti spiderman yang mengeluarkan jaring dari tangannya. Sumpah lebay, dia langsung ditimpukin sepatu.
Adi nge-fans sama dua orang di kelas. Dua orang tak berdosa. Yaitu Geni dan Agung. Nama Geni itu berarti api. Makanya, setiap liat Geni, dengan gaya banci, Adi selalu teriak "Geni...!! Geni...!!" Kok bisa cuma itu doang alasannya ya? -_-
Kalo Agung ini baru lucu. Gini ceritanya.
Guru : "Adi, asalmu dari mana?"
Adi : "Tabanan Bu, saya cinta Tabanan."
Guru : "Oh, bagus itu. Siapa lagi dari Tabanan?"
Agung : "Saya Bu."
Adi : "Eh, Tabanan mana kamu?"
Agung : "Tabanan blablabla..." (lupa)
Adi : "Masa? Daerah mana rumahmu?"
Agung : "Di blablabla.."
Adi : "EH?? Kamu anak Agung tuh? yang Puranya besar itu?"
Agung : "Iya."
Adi : "Ampun Ji!! Ampura ampura!! (sambil menguncupkan tangan dan menunduk hormat)
Deizuki : (just can laughing)
Yah, pokoknya Agung itu keluarganya elit+kaya+dihormati di Tabanan. Makanya, setiap ngeliat (inget) Agung, Adi selalu menguncupkan tangan sambil bilang "ampura Ji! Ampura, Ampura Ji!!" (ket : "Ji" berasal dari kata "Aji" yaitu bapak dalam bahasa Bali halus. "Ampura" berarti maaf dalam bahasa Bali halus)
Pokoknya gila-gilaan.
Trus kalo Dwi itu, setiap maju ke depan pasti selalu lebay. Dengan tampang konyolnya, lengkaplah sudah bikin satu kelas+guru gak bisa berhenti ngakkak. Kalo ada yang lucu, Dwi nggak pernah langsung ketawa. Pasti dia nyengir dulu, baru deh ngakak keras banget dengan sangat berlebihan disertai kepalanya yang ikut bergerak. Anak autis.
Dwi itu sering banget duduk di bangku sebelahku yang kosong. Cuma sekedar duduk sambil main hp, dan menjadikan tasku sebagai bantal. Dia pernah mengeluh, karena hpnya bukan blackberry. Duh, harusnya nyantai aja hp bukan blackberry :/
Aibnya, dia sering minjem blackberry-nya Geni, temen sebangkunya buat twitteran.
Dia pernah nanya ke aku, rumahku di mana. Aku bilang aja canggu. Dia langsung kaget, "wih jauh banget kamu sekolah!" Nggak tau dia kalo rumahnya yang di Nusa Dua itu dua kali lipat jauhnya.
Dia sering nyasar. Pernah dia nyasar di Dalung. Anak Nusa Dua nyasar di Dalung. Gila, jauh banget nyasarnya. Jadi dejavuu... Hmmm... Kak Ed...
Oya, temen-temenku yang sering jadi korban adalah Ajeng, dengan rumah makannya, Buana Sari. Sering banget diejek Adi. Dia pernah bilang, "Eh, nanti aku mau bikin band sama temen-temen sekelas, dengan sponsornya, Buana Sari, gyahahaha!!" Terus, Diah dengan logat Jimbarannya, Aris dengan kata, "Ajoo..!" Siska dengan ngakkaknya, Dan Ega dengan cara ngomongnya yang kayak jet.
Oya, beberapa kegilaan Adi adalah :
Adi : (Ngambil vas bunga di meja guru) "Ega, terimalah cintaku!!"
Ega : "Adi!! pergi sana!!"
Adi : (tampang nangis) Dwi, terimalah!
Dwi : "Oh, dengan senang hati!" (tampang lebay)
Cwe kelas lain (CKL) : "Ih, Adi?"
Adi : "apa?"
CKL : "kelas mana kamu?"
Adi : "x-6"
CKL : "Kok bisa?"
Adi : "Kenapa sayang?"
CKL : "Jangan kayak gitu! Kayak orang pacaran aja!"
Adi : "Beh, padahal kemarin manggil aku Beibh"
Adi : "Eh, minta nopemu."
Siska : "yayaya.. catet nae"
Adi : "Berapa?"
Siska : "081"
Adi : " 081?"
Siska : "xxx"
Adi : "xxx?"
Siska : "xxx"
Adi : "xxx."
Siska : "Ya."Adi : "Okey, pulsa berapa?" (tampang penjaga toko pulsa)
Diah : "Adi!! jangan gitu..!!" (nimpuk Adi)
Adi : "Ehh... jangan nae kita bertengkar gini, nanti kita pacaran lho!"
Ya ampun! lupa sama Ari! Dia biasanya menampakkan kelucuan dari tingkah laku. pernah nih, waktu itu medaftar ekstrakurikuler bahasa Inggris.Ari pun maju ke depan dengan percaya diri. Temen-temen yang lain udah sorak-sorak kagum Ari mau ikutan english club. Sampai di depan, bukannya mengarah ke kanan untuk ke tempat pendaftaran, dia malah belok kiri, buang sampah.
Selasa, rabu, kamis, jumat. Baru 4 hari rasanya udah kayak setahun. Dan ketika hari jumat, ketika pelajaran PKN..
"Siapa namanya disini A** *******?" (nama asliku)
"Saya Bu," kataku sambil mengangkat tangan.
"Dulunya kelasmu dimana?" tanya Bu guru.
"x-5 Bu," kataku.
"Oh, ya. Kamu kembali ke x-5."
"EEHH...???!" aku shock berat.
"Iya, soalnya x-6 kepenuhan. Ada 47 siswa. Bisa susah belajarnya," kata Bu guru. "Nanti kamu ke guru BK aja. Biar guru di sana yang menentukan di kelas mana kamu tinggal," Kata Bu guru sambil berlalu.
Aku shock. Nggak bisa nerima kenyataan. Sedih banget. Masa pisah sama temen-temen x-6? Pisah sama Dwi, Adi, Ari, dan yang lainnya? Nggak mau.. Nggak mau...
"Wah, kamu pindah deh," kata Ari.
"Eh doa'in dong biar aku nggak pindah kelas, please please!!" kataku sambil mohon-mohon.
"Eh, kenapa? Nggak asyik di sana ya?" kata Ari. Aku cuma diem aja. Kalo aku sampe nangis kan bisa gawat.
Bel istirahat berbunyi. Setelah tarik napas panjang, dengan lapang dada aku menuju BK. Hidup matiku ada di BK. Hiks :'( Awalnya bingung, BK di mana ya? Setelah nanya kakak kelas, aku sampai ke BK. Aku segera menjelaskan tujuanku di guru BK, dan langsung aja gurunya bilang, "Oh kamu?" Wah, aku terkenal.
"Kamu tetap aja diem di kelas x-6..." kata guru BK.
Ah? Aku seneng banget!!! Rasanya pingin teriak dan bilang "makasii makasiii makasii banyak!! Arigatoo...!!"
"Tapi Dwi Ambara Putra harus pindah. Kamu tolong panggil dia, ya?"
"Eh?"
"Iya, dia harus pindah, soalnya namanya nggak ada di daftar. Lagipula kelas x-6 kepenuhan, kan?" kata guru. Aku mengangguk lemas dan permisi. Aku langsung ke kelas dengan lemas dan memanggil Dwi. Dwi langsung aja kaget, dan pergi ke BK. Aku ngikut.
Dwi kayaknya khawatir. Mungkin perasaannnya kayak aku tadi. Untuk menenangkan hatinya, dia gigit-gigit pulpen... eh, pulpenku?
Dan sampai di BK, langsung aja sidang hijau dimulai. Dwi diwawancarai macam-macam kenapa namanya nggak ada. Semua jawaban Dwi bikin guru-guru heran. Kok namanya nggak ada di mana-mana?
Karena itu, palu pengadilan pun diketuk. Dwi resmi pindah ke kelas x-7.
Aku kembali ke kelas. Sedangkan Dwi masih ngurusin masalah di BK. Sampai di kelas, Geni langsung nanya mana Dwi. Aku bilang aja Dwi pindah kelas. Geni langsung shock dan sedih. Sama kayak aku. Temen-temen langsung mengerubungi aku nanyain tentang kepindahan Dwi. Dan kita semua berduka atas kepergian Dwi (eh, Dwi-nya nggak meninggal, cuma pindah kelas!!!)
Yap, gitu deh ceritaku seminggu di kelas x-6. Penuh canda dan haru. Hiks hiks! Ngomong-ngomong karena kepindahan Dwi, aku dapet duduk di depan, sama cewek. Maaf ya Dwi! Oya, ngomong-ngomong, Dwi kok bisa megang pulpenku ya? Wah maling tuh anak. Ya deh nggak apa-apa. Anggap kenang-kenangan. Hiks!
Senin, 31 Juli 2011 : Upacara bendera.
"Masing-masing barisan membersiapkan barisannya."
"Siaaaapp.... gerak!"
"Eh?"
"Eeh?"
"EH?"
"EEHHH...??"
"EEEEEEEHHHHH....???!"
"DWI...???!" Ngapain tuh anak..??? Di kelas x-6? Mimpin barisan..?? Akhhh....
"Dwi...!! Im your fan!" kata Adi. Lho? Ngapain tuh Adi? Kok bukan dia yang mimpin barisan?
"Yosh! Cuma di kelas x-6 bisa ngakak," kata Dwi.
"Eh, tau nggak, Dwi waktu pertama kali dateng udah teriak nggak jelas tau!" kata seorang anak kelas x-7.
Aaahhh... aku yang paling bahagia bisa ngeliat momen ini (I'm a jokes maniac).
