Siapa disini yang takut sama hantu?
Kalo ada pertanyaan seperti itu, pasti aku yang pertama kali angkat tangan! Yap, jujur aja, aku takut banget sama hantu, hehehe. Kalo nonton film horror, aku pasti tutup mata (rugi dong nonton-_-). Udah banyak cara yang aku lakukan, tapi hasilnya aku malah tambah trauma.
Sejujurnya, aku tuh suka dan penasaran sama hal-hal yang berbau mistis. Kalo aku liat berita-berita yang misterius di TV atau majalah, aku pasti yang udah stay on duluan. Pokoknya menarik, aneh, dan seram. Tapi ya itu, habis itu aku nggak berani ke kamar mandi sendiri.
Aku takut nonton film horror. Pokoknya, yang ada penampakannya, muka serem, suara jeritan, dan darah-darahan. Dan, aku sadar akan ketakutanku itu. Aku pengen banget menghilangkan rasa takutku sama film horror, dengan berlandaskan pepatah yang pernah dibilang sama Ibukku, "bisa karena biasa". Ya udah, untuk membiasakan diriku sama hantu, aku nonton film horror terus.
Bukannya terbiasa liat yang horror-horror, aku malah jadi berpikir horror! Kalo dikamar sendirian, aku suka berkhayal aneh. Jangan-jangan dibelakangku ada sesuatu sedang menyembulkan kepala. Aku bahkan nggak berani ke kamar mandi di malam hari. Kadang, aku juga takut matiin lampu kalo tidur. Bener-bener siksaan. Apalagi Ibuku (tagihan listriknya naik, haha).
Aku pun jadi nggak pernah nonton film horror. Bahkan nonton film Happy Tree pun aku nggak mau. Tapi, pernah nih kejadian, berturut-turut aku diteror sama hal-hal yang berbau horror. Bukan hantu nyata sih, soalnya aku nggak punya indra ke-6 (terima kasih Tuhan engkau tidak memberikannya padaku) tapi jebakan Batman! (dhuarr).
Suatu ketika, aku sama Dwi lagi dirumah, buka-buka Fb, dan seperti biasa kami ketawa-ketawa gaje. Tiba-tiba, ada temenku ajak aku chat. Dia kasi aku link, dan aku disuruh buka karena linknya menarik. Aku tanpa pikir panjang pun membuka link itu. Ketika linknya dibuka, loadingnya lama, dan aku sama Dwi nggak curiga sedikitpun. Tiba-tiba, dari layar komputerku, muncullah sesosok anak kecil yang menyeramkan, dengan jeritan histerisnya yang sangat keras.
"GYAAAAAA............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriakku lari ke arah tempat tidur.
"WAAAAAAA....................!!!!!!!!!!!!!" Teriak Dwi lari ke arahku.
"HWAAAAAA....................!!!!!!!!" Teriak adiknya Dwi yang ikut-ikutan teriak karena aku dan Dwi teriak, padahal dia nggak tahu kenapa kita teriak.
"DWWWIIIII...........!!!!!!!!! MATIIN....!!!!" Teriakku.
"NGGGAAAKK BERAAAANNIIII.....!!!!!" Teriak Dwi.
"AAAAAAAAAAAAAAA..........!!!!!!!" Teriakku. Teriakan kita bertiga menyaingi jeritan anak setan dalam komputer.
Karena nggak ada yang berani mendekati komputer, akhirnya aku pun memberanikan diri. Sambil menutup telinga, aku pun mengarahkan kursor ke tanda exit. Sebenarnya, aku cuma takut sama suara jeritannya yang histeris banget. Kalo wajahnya, aku nggak begitu liat. Abstrak.
"Eh, kenapa kalian teriak-teriak??!" Tiba-tiba Ibuku yang lagi ngerumpi di rumah tetangga, datang ketika mendengar kami bertiga menjerit keras.
"Ada yang serem di komputernya tadi!!" Kataku.
"Iyaa...!!" Kata Dwi.
Akhirnya kami menjelaskan semuanya ke Ibu, dan dengan muka aneh, Ibu meremehkan kami.
"Apa sih? Hantu boongan kok ditakutin? Teriak keras sekali lagi, kedengeran sampe ke rumah tetangga!" Kata Ibu.
"Ihh, serem skali tau! Coba je liat! Pasti takut!" Kataku.
"Mana? Coba liat," kata Ibu. Aku dan Dwi saling pandang.
"Iya, Omang juga pengen liat! Tadi nggak liat," kata adiknya Dwi mendukung.
"Nggak ah!! Males!" Kataku menolak mengingat aku yang harus bersusah payah jadi sukarelawan. Tapi, Ibuku ngotot, dan aku nggak bisa menolak.
"Tapi, ntar Ibu yang matiin ya?" Kataku.
"Yaya," kata Ibuku.
Aku pun membuka link itu lagi, dan anak kecil seram beserta jeritan kerasnya itu pun muncul lagi. Aku, Dwi, dan Omang pun berteriak keras dan menenggelamkan diri di kasur, dan Ibuku melihat layar komputer dengan seksama.
"Ih, nggak serem ah! Hantu nggak nyata gini ditakutin," kata Ibuku.
"Ya udah, tutup tabnyaaaaa.....!!!!" Teriakku.
"Nggak bisa," kata Ibuku.
"Eh?"
"Ibu nggak ngerti komputer" katanya.
"UWAAAAAA.....!!!!" Teriakku emosi jiwa, dan segera nekat menekan tombol exit lagi.
Nggak cuma itu, udah ribuan kali aku kena jebakan Batman. Salah satunya yang masih aku inget itu, ada gambar 2 ruangan yang mirip. Kemudian, kita disuruh cari keanehan di kedua gambar itu. Otomatis, kita akan konsentrasi pada gambar itu kan? Beberapa detik kemudian, gambar itu langsung berganti dengan gambar abstrak yang nggak jelas bentuknya dengan jeritan keras. Untung tanganku cepat menutup tabnya. Tapi, tetep bikin adrenalin naik turun juga...
Gara-gara sering kena jebakan batman, setiap ada orang ngasi aku link tiba-tiba tanpa keterangan apapun, atau cuma isi keterangan "buka ya" atau "mantap bgt" aku nggak akan buka. Ngeriiii... Pernah nih, kakakku bikin tugas sampe jam 1 pagi. Trus ada yang ngasi jebakan batman, dan dibuka sama dia. Kebayang siksaannya, harus melihat wajah seram ditengah malam, disertai harus menahan teriakan karena semua penghuni rumah sedang tidur.
Selain itu, pernah juga aku dibuat nggak bisa tidur sendiri selama seminggu sama temenku. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah si jail Surya. Suatu hari, Surya suka kirim sebuah link dimanapun kapanpun. Di statusku, di grup, di dinding, dan lain-lain. Keterangan linknya sangat menggiurkan, yaitu "buka nih, komiknya lebih keren daripada naruto, deathnote, sama onepiece!"
Aku pun membuka link itu. Ternyata, tempat baca komik online, tapi pake bahasa Korea (gaje banget). Aku pun cari komik yang berbahasa Inggris. Disana ada banyak pilihan, dan aku pilih yang paling atas.
Di komik itu, ada peringatan yang cukup keras, pokoknya ceritanya horror. Yang belum siap, lebih baik jangan baca. Dalam pikiranku, komik horror itu sebatas gambar serem aja kan? Toh aku udah sering baca Black Buttler, baca yang ini pasti biasa aja. Aku pun mengabaikan peringatan itu.
Aku menarik scroll mouse ke bawah perlahan, dan membaca satu persatu komik itu. Disana diceritakan, ada seorang gadis yang baru saja pulang dari lesnya. Dia pulang ketika hari mulai gelap. Tiba-tiba, di jalan, Ia melihat seorang Ibu-ibu yang kakinya nggak napak. Ia pun jadi merinding. Perlahan ia mendekat... menjejakan kakinya maju ke depan... perlahan-lahan... dan Ibu-ibu itu pun menoleh.
"Kriiieeeetteeeekkkteeekkkteeeekk."
"GYAAAAAAAWHHAHAHHAGAGARAAAAAA.....!!!!!!" Teriakku keras. Aku segera melompat dari kursi, dan berlari ke arah Ibuku. Kedua orangtuaku yang lagi ada di dapur pun kaget melihat tingkahku.
"Kenapa...??!" tanya Ibuku panik.
"Komputernyaaa!!! Serem!! Bergerak!! Gambarnyaaa!!" Teriakku sambil ketakutan.
Bapakku pun berjalan ke arah komputer, dan melihat komik yang aku baca. Ibu bertanya ke Bapak apa yang aku teriakkan, dan Bapakku bilang cuma ada gambar orang matanya berdarah.
"Bergerak tadi gambarnya!! Waktu dia noleh!!" Teriakku histeris masih dalam ketakutan. Aku juga nyuruh Bapak matiin sekalian komputernya.
Gara-gara itu, aku jadi nggak berani ke kamar mandi, dan tidur sendiri. Aku jadi tidur sama Kakakku. Sampai seminggu lebih, baru rasa takutku hilang. Mungkin sampai saat ini aku masih suka kebayang-bayang sama komik serem itu.
Ohya, tak lupa aku juga marahin Surya karena dia aku jadi ketakutan. Dan komentar dia adalah, "Hahaha... tuh komik emang serem. Makanya aku kasi semua orang biar nggak aku aja yang ketakutan". Waktu itu aku pengen bantai Surya.
Sampai hari ini aku sedang mencari cara untuk menghilangkan rasa takutku pada hantu-hantu yang nggak nyata. Yah, semoga cepat sembuh traumaku ini. Amin.
Ngomong-ngomong, nggak terasa ini udah jam 12 malem... krik... krik...
