"Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4.6 miliar tahun. Bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer..."
Menurut buku dan penelitian astronomi maupun geofisika, Bumi itu gila banget gedenya. Ya, ya, aku juga tahu Bumi itu besar banget. Kalo kecil, pasti udah dari dulu aku dengan mudahnya lompat ke Jepang maupun Amerika. Tapi tahu nggak, dalam kehidupanku, Bumi itu sempit banget!
Kisahnya gini nih. Dulu, waktu TK, aku sama Jii-chan satu kelas (kita temenan dah dari kecil banget). Nah di kelas itu, ada seorang anak cowok imut banget namanya Abdi. Dan Jii-chan itu, suka sama Abdi. Bukannya pubertas dini ya, tapi biasalah anak kecil kan suka-suka ngawur gitu...
Nah, teruslah si Jii-chan ini ngomong-ngomong gaje. Kayak merubah lirik lagu "akan kuraih, ku bawa pulang" menjadi "Abdi akan kubawa pulang" dan lainnya. Foto TK waktu lagi bareng-bareng juga, pas di wajahnya Abdi malah digambarin bentuk hati sama dia. Bener-bener aneh.
Setelah itu, kita pun tamat dan masuk SD. Kita pun lupa punya temen namanya Abdi. Tahun-tahun berlalu, dan Abdi pun hilang dari ingatan kami.
Gak terasa kami pun jadi anak kelas 2 SMP. Waktu itu, aku ikut jurnalis, dan suka liput-liput temen yang berprestasi. Aku juga ngeliput beberapa band di sekolahku.
Oya, aku waktu SMP suka banget ngobrol sama temen-temenku, yaitu Rii, Sulistina, dan Novi. Suatu hari, kita pergi ke rumah Novi dalam rangka buat tugas. Tapi, entah kenapa acara buat tugasnya rangkap jadi acara ngerumpi.
Kita ngobrol banyak banget, ngebahas A sampai A lagi. Dan nggak tau kenapa ceritanya jadi ke TK. Ternyata, aku sama Sulistina satu TK. Cuma waktu itu aku gak kenal dia.
"Dei, kamu kelas apa waktu TK?"
"Aku kelas B2," kataku.
"Iiii?? Kok sama??" kata Sulistina.
"Muasaaa?? Kamu kelompok apa?" tanyaku melongo gak percaya.
"Aku kelompok merah," katanya.
"Ooh, kalo aku kelompok kuning," kataku.
"Oh.." kata Sulistina lagi. "Masa kamu nggak pernah liat aku waktu TK? Aku lho, yang ikut nyanyi waktu perpisahan," katanya lagi. Aku segera menoleh ke arahnya dengan ekspresi kaget.
"What?! Aku lho juga ikutan nyanyi waktu itu!! Yang kita kekurangan mic itu kan?" kataku agak kaget.
"Hah?! Iya yang kekurangan mic itu... Masa kamu ikut juga?! Kok aku gak liat?" katanya ikutan kaget. Aku gak bisa berkata-kata. Ingatanku tentang Sulistina gak ada sedikitpun. Rii dan Novi cuma diam karena nggak ngerti obrolan kita (kasian juga).
"Oh ya, kamu kenal gak Putri? Dia sekelas sama kita juga!" kataku.
"Putri yang mana?" tanyanya.
"Pokoknya orangnya gendut. Dia itu manja banget, soalnya dia memang dimanja sama Ibunya. Ibunya takut anaknya minder dan sedih gara-gara Ayahnya udah meninggal. Kabarnya waktu kelas 5, dia nggak naik kelas," kataku panjang lebar buka aib orang.
"Oh, ya ya tahu. Dulu ada sih di SDku namanya Putri, dan gosipnya, Ayahnya emang sudah meninggal. tapi pas kelas 2 dia pindah," katanya.
Akhirnya kita pun bernostalgia. Gila banget deh ngomongin TK. Tapi rasanya seru-seru aja, banyak cerita-cerita mengejutkan. Jadi rindu masa-masa dulu, dan penasaran kemana perginya mereka-mereka itu. Gimana ya, tampang-tampangnya mereka... Penasaran banget.
"Oya, Abdi juga temen sekelas kita," kata Sulistina sambil menepuk tangannya.
"Ha? Abdi siapa?" tanyaku.
"Itu lho, Abdi dari band forever, band indie di seolah kita itu! Yang kamu wawancarai itu!" katanya mengingatkanku.
"Ha? Ha? Ha? Ha? HAAAA...?????!!!!!!" teriakku. HAH?! Masa sih?! Abdi??? Ingatanku tentang Abdi mulai bangkit lagi dari tidurnya dalam otakku. "MASA SIH??? BOHOOONGG....!!!!" Teriakku keras. Aku nggak bisa menerima kenyataan yang terlalu mengejutkan seperti ini.
"Iih.. iya beneran! Dia temen sekelas kita waktu TK! Kok kaget banget?" tanya Sulistina melihat ekspresiku yang sangat berlebihan.
"Oh my God..!! Abdi!! Abdi yang itu!" aku jadi stres saking nggak bisa menerima kenyataan.
"Oo.. Abdi dulu TK disana ya?" tanya Rii pada Sulistina. Rii juga ikutan wawancara, jadi dia tahu Abdi.
"Eh tau nggak! Dulu itu Erinyes suka sama Abdi tauuu...!!!" teriakku pada Rii.
"WHAT??! OH MY GHOST!!" teriak Rii kaget. Trus ketawa gaje.
"Hah? Jii suka sama Abdi? Wuiih..." kata Sulistina ikutan kaget. Aku udah nggak bisa bergerak saking kagetnya. Masalahnya, Abdi yang dulu dan yang sekarang itu beda banget, jadi aku sama sekali nggak ingat, dan nggak kepikiran kesana. Disanalah, aku menyadari ternyata dunia ini sempit banget!!