Waktu aku kelas 2 SMP, aku, Rii sama Wahyu disuruh ikutan lomba di sebuah organisasi namanya Hindu Student Journalist Club. Disana, kita buat mading tentang agama Hindu gitu deh. Mungkin, agak susah buatku, soalnya tiap pelajaran Agama, aku selalu tidur.
Kita lombanya di sebuah hotel kecil. Pertama, kita ikutan seminar dulu. Pokoknya banyak yang pidato-pidato. Pidato tentang menjadi jurnalis yang baik dan benar, maupun tentang Agama Hindu. Gila deh, Seminarnya dari jam 8 pagi sampe jam 8 malam!Oya, yang jadi MC di sana adalah Kak Haru. Dia waktu itu kelas 1 dari SMA di Tabanan. Dia hebat banget di mataku. Jarang-jarang ada seorang anak SMA, yang lagi masa-masa labilnya bisa ngomong bijak banget. Waktu itu, aku masih polos. Kalo sekarang sih, udah banyak aku liat anak muda ngomong bijak (ga cuma kakek-kakek jenggot panjang beruban aja yang bisa).
Aku bilang udah banyak liat anak muda ngomong bijak dan membangun, karena aku ikutan sebuah LSM Lata Mahosadhi. Di sana, banyak anak mudanya, dan mereka dilatih untuk menjadi manusia yang sesungguhnya. Aku juga lagi berjuang nih, biar bisa bicara hebat di depan banyak orang ngomongin kesuksesan :D
Yap, intinya waktu itu aku kagum sama Kak Haru.
Waktu lomba, aku kelabakan banget! Persiapan kurang matang, hiks! Lombanya dari jam 9 sampai jam 1 malam. Hu.. hu.. dikit banget waktunya. Akhirnya, mading kami jadi seadanya.
Esoknya, pengumuman pemenang. Gak menang. Jelas aja, mading gaje gitu. Ya udah deh, gak apa-apa. Pengalaman pertama lomba mading tuh. Lagian, guru pembimbing kami juga nggak menekankan kita biar menang. Tapi, yang kecewa dan ceramah panjang lebar gara-gara kita gak menang itu Pak guru PKN-ku, yang anter jemput kita! Selama perjalanan pulang, dia ceramah. Biarlah saja Wahyu yang menanggapinya -_- (Aku sama Rii cuma diem).
Dan SMA ini, aku melanjutkan petualanganku dalam dunia jurnalistik. Aku masuk D'PERS_US. Nah, suatu hari, kita mau ikutan lomba mading dalam rangka hari AIDS sedunia. Aku dan Trisna juga ikutan, tapi dalam bidang artistik. Intinya, kerjaan kita gambar, ngecat, dan memaku. Kerjaan tukang bangunan banget. Celanaku sampe kena cat akrilik warna kuning. Padahal, cat akrilik ga bisa hilang T.T
Oya, waktu itu nggak cuma ada lomba mading, tapi juga ada lomba debat. Sekolahku juga ikutan, dan ngirim Wahyu beserta temannya. Ahh.. Wahyu lagi. Dunia ini sempit banget ya.
Waw, lomba kali ini benar-benar menguras tenagaku yang di bidang artistik. Panasnya, ngecet di luar. Tapi bersyukur juga sih, cuacanya cerah dan panas. Coba hujan? Mau dimana coba kerja?
Fyuh, akhirnya selesai juga. Kita pun segera masuk ke aula untuk dengerin orang nyanyi, dan pengumuman pemenang. Fuh, lagi-lagi aku ga menang. Tapi, aku terima dengan lapang dada, walaupun celanaku kena cat akrilik warna kuning.
Pas itu juga pengumuman lomba debat. Ternyata, pemenangnya jadi SMA 1 Tabanan. Aku pun melihat tiga orang pemenang dari SMA 1 Tabanan itu maju dan saling salam-salaman. Hm.. rasanya bahagia banget. Aku lihat yang cowo cuma satu. Dia rasanya yang paling semangat. Hmm...
Seperti kesambet petir, aku langsung bangun dari dunia khayalku. Otakku kembali bekerja. Dokumen-dokumen lama dalam otak ditemukan lagi. Akh! Yang cowo itu kan Kak Haru! Iya beneran yakin banget aku!!
Tingkah lakuku jadi aneh sendiri. Panik dan senang. Aku maunya nyapa, cuma aku takut dia balik nanya "siapa ya?" atau bilang "lho? Namaku bukan Haru". Kalo udah gitu kan aku malu banget.
Setelah kejadian itu, aku sama temen-temen LSM Lata Mahosadhi ngadain acara seminar di Tabanan. Berkat ikutan LSM itu, aku banyak punya temen-temen dari Tabanan.
Ah, kalian inget nggak sama Kak Andika? Itu lho, yang pengen jadi artis Youtube. Aku, kak Andika sama Teddy, adik kelas kak Andika pun ngobrol-ngobrol.
"Ted, gimana pramuka di sekolah?" tanya Kak Andika sama Teddy. Oya, Kak Andika udah lulus dari sekolah, dan sekarang dia kuliah semester pertama.
"Seru kak, sekarang mau ngadain kemah," jawab Teddy.
"Oh, bagus," kata Kak Andika. Aku nggak tahu mereka sekolah dimana, soalnya kalo ditanya pasti jawabnya pakai singkatan (misalnya SMAN 1 Kuta=Smansaku) Aku mana tahu nama-nama sekolah di Tabanan. Ya udah, akhirnya aku terus nggak tahu dimana mereka sekolah.
Sampai di rumah, aku ngomong gini sama kakakku.
"Teddy tuh ikut jurusan komputer ya? Kok dia pinter komputer?"
"Hah? Mana ada jurusan komputer! Ekstra komputer kali!" jawab kakakku.
"Masa? Kok komputer aja yang dia pelajarin?" tanyaku.
"Pengen kali. Dia sekolah di SMA 1 Tabanan kan?" tanya kakakku lagi.
"Heh? Oh, dia sekolah di SMA 1 Tabanan ya?" tanyaku balik.
"Iya, sama Andika dia sekolah," jawab kakakku.
"Eh, aku lho punya temen di SMA 1 Tabanan namanya Kak Haru. Dia pinter sekali ngomong. Waktu ini aja dia menang lomba debat," kataku. Kakakku diam. Terus dia angkat bicara.
"Haru? Haru yang di SMA 1 Tabanan?" tanya Kakakku. Aku mengangguk. Kakakku melongo. Aku heran.
"Kenal?" tanyaku.
"Haru itu agak pendek bukan?" tanyanya.
"Hm.. iya lumayan agak pendek," kataku.
Kakakku pun tertawa seperti orang stres yang nggak bisa menerima kenyataan. Aku makin bingung.
"Dia itu adik kelasnya Andika + saingannya Andika! Waktu kita sosialisasi ke SMA 1 Tabanan, kita di-skak sama Haru itu!!" kata kakakku sambil tertawa tak terkendali.
"HOEE...?? Masaaa...???" teriakku gak percaya.
"Coba tanya Andika, kenal gak dia sama Haru. Pasti dia bakal berguling-guling kesel," kata kakakku. Aku melongo. cuma melongo, melihat kenyataan yang sebegitu lucu.
Malamnya, aku SMS Teddy. Aku tanya, dia kenal ga sama Kak Haru.
Dia jawab kenal. Dia tanya kok aku bisa kenal Kak Haru.
Sebelum jawab SMS-nya Teddy, aku SMS ke Rii. Rii itu anggota yang mengabdi banget sama Hindu Student Journalist Club, gak kayak aku. Aku bilang, aku punya temen namanya Teddy. Dia kenal lho sama Kak Haru.
Terus, aku balas SMS-nya Teddy. Aku bilang, aku pernah ketemu Kak Haru di lomba, yang namanya Hindu Student Journalist Club. Terus, baru-baru ini ketemu dia lagi di FK.
Baru aja kirim sms itu, SMS balesan dari Rii datang. Dia bilang, "Teddy Pradana, bukan? Dia lho, pengurus HSJC".
Hnng?? Aku kaget.
Tiba-tiba, ada SMS balesan dari Teddy. Dia bilang, "Lho, Dei anak HSJC juga? Saya pengurus disana lho. Wah, kita dipertemukan lagi".
Dzzziiiiinng......... Hening.
Bener-bener aneh. Bener-bener gila.
Sungguh, kali ini bener-bener deh. Dunia ini sempit! Kenapa harus berhubungan rantai-berantai kayak gitu? Waa... dunia ini makin sempit!
