Selasa, 15 Januari 2013

Coba-Coba Jadi Presiden!


Pagi kawan!! Lama nggak jumpa nih, kayaknya akhir-akhir ini stres sering melanda, jadi gak ada inspirasi yang muncul buat ngeblog *sedih. Hmm.. mau cerita apa ya... aku tahu kok temen-temen kangen sama tulisanku :') *ditendang. 


Oke oke. hari ini mumpung libur, aku akan menyempatkan waktuku yang berharga ini untuk berbagi cerita. Gak terasa nih, 6 bulan lalu, aku udah naik jadi anak kelas 2 SMA. Kok cepet amat ya? Pertanyaan itu menjadi sebuah misteri sampai sekarang :v Dan gak terasa, Pemilu untuk memilih ketua Jurnalistik di sekolahku pun dimulai. Tanpa mikir apa-apa, aku malah mencalonkan diri. Jangan tanya setan apa yang waktu itu merasuki ragaku, yang jelas waktu itu aku mencalonkan diri dengan polosnya.

Aku pun memeras otak untuk menulis formulirnya. Disana, kita harus nulis visi dan misi kita. Hmm.. apa ya visi misi ku? Aku pengen jadi ketua jurnalis soalnya aku pengen jurnalis kayak gimana yang aku inginkan. Egois emang. Tapi itulah yang aku inginkan. Masalahnya gak mungkin kan aku tulis kayak gitu? Ditambah lagi, aku belum terlalu percaya sama diriku sendiri. Masa bisa sih aku memimpin organisasi? Apa bisa nanti aku ngurusin tugas-tugas misalnya cetak majalah, ngeliput sana-sini, berurusan sama ekstra-ekstra lain, dan lainnya? Itu baru tugas ekstra, gimana sama tugas sekolah? Bisa-bisa nilaiku tambah gak bener aja. Aku sempet ragu-ragu sama tindakanku. Tapi, entah kenapa, aku pengen jadi ketua jurnalistik. Udah dari awal, entah kenapa aku pengen banget yang namanya jadi ketua. Kapan lagi coba kesempatan ini dateng? 

Hmm.. yaudah, aku tulis aja deh seadanya. 

Beberapa minggu kemudian, tibalah waktunya orasi. Sumpah, aku tegang. Aku belum begitu hafal visi dan misiku. Ya, aku hafalin. Takutnya nanti di depan, melihat banyak orang melihatku, aku langsung blank. Dan karena belum begitu hafal, aku gugup banget nih!!

Setelah calon-calon yang lain mencalonkan diri, tibalah giliranku yang maju untuk menunjukkan visi dan misiku. Kebetulan, aku dapet nomer urut terakhir. Aku bernapas panjang, biar grogiku hilang secepatnya. Sampai aku di depan, aku pun mulai basa-basi misalnya memperkenalkan diri, walaupun tahu mereka semua udah hafal namaku. Kemudian, tanpa basa-basi yang lebih panjang, aku langsung menyebutkan visi dan misiku. 

"Umm.. visi saya menjadi ketua jurnalistik adalah, menjadi ketua yang dapat diandalkan untuk menyelesaikan permasalahan di jurnalis, mewujudkan rencana-rencana dan ide para anggota jurnalis, serta mengajak teman-teman untuk sama-sama belajar, dan bekerja sama membangun jurnalis ke arah yang lebih baik..."

"Mohon ijin kepada Bapak/Ibu guru yang mengajar di kelas untuk menyampaikan pengumuman..." 

Waa..!! Padahal tadi udah agak bener dan lancar, tapi pengumuman lewat toa nih bikin konsentrasi ilang aja!! Uh.. konsentrasi... konsentrasi...

Setelah pengumuman selesai, aku pun lanjut lagi. Hmm.. sampai mana tadi ya?

"Oke, saya lanjutkan. Untuk mewujudkan semua itu, saya akan berusaha untuk menjadi ketua yang berkualitas dengan cara terus belajar, dan membaginya dengan anggota jurnalis yang lain, kemudian mengajaknya juga untuk saling berbagi pengetahuan. Kemudian Saya juga ingin mewujudkan suasana yang bersahabat yang penuh dengan keceriaan, tanpa melupakan ketegasan dan kedisiplinan. Tetapi, walaupun saya menjadi ketua, mungkin saya tidak akan bisa mewujudkan semua itu jika sendirian. Jadi, mari kita bersama-sama bekerja untuk mewujudkan semua impian kita yang ingin bangun di jurnalis. Sekian dari saya, saya ucapkan terima kasih!" 

Setelah membungkuk memberi hormat, aku pun segera bergabung dengan calon lainnya, dengan tenang. Wajahku juga tenang. Tapi itu hanya jaga image belaka. Sejujurnya, dalam hatiku, aku LEGA BANGET!! Whaa.. rasanya pengen teriak-teriak diatas gunung saking senengnya. Aku sukses ngomong cukup lancar dan aku rasa cukup meyakinkan tadi. Tuh liat, visi misiku simpel dan gak muluk-muluk kan? wkwkwk. Takutnya kalo bilang yang bagus bagus, kalo gak bisa ngewujudin, nanti dibunuh -_-

Setelah itu, tibalah sesi tanya jawab. Aku pun ditanya oleh satu orang. Pertanyaannya adalah, "Apa kamu yakin bisa mewujudkan apa yang kamu bilang tadi?" 

Aku pun menjawab. 

"Saya pikir bisa. Karena, seperti yang semua sudah tahu, saya menjadi wakil ketua waktu kelas 1. Waktu itu saya belum tahu apapun tentang jurnalis. Jadi, saya merasa sangat kewalahan menyelesaikan tugas yang cukup berat waktu itu. Intinya, saya sudah merasakan asam garam di jurnalis. Dan saya jadi merasa, bahwa jiwa saya sudah ada di sini, dan pastinya saya akan mempertahankan jurnalis sekuat tenaga."

Hwaaa...!! Ngomong apa aku?? Dari mana jawaban itu asalnya? Kok bisa-bisanya aku bilang kayak gitu?? Hwaa.. malu banget!! >.< 

Akhirnya anggota yang lain hanya bisa tepuk tangan. 

Beberapa menit kemudian, tibalah waktunya vote. Deg-degan banget rasanya. Akhirnya vote pun selesai. Jeng... jeng... dan hasilnya... gyaaa...!! Aku kepilih jadi ketua!! Mimpi apa aku?? Huehehe. Aku bersaing sengit sama Ari. Hasil vote-ku cuma lebih gede 2 angka dari dia. Huaaaa.. seneng banget! Thx semuanya! Thx God!

Nah, mulai detik itu pun, akhirnya aku jadi ketua jurnalis yang cengengesan. Baru aja jadi ketua, tiba-tiba, langsung dikasi tugas banyak banget T.T karena merasa kecapekan, akhirnya aku milih Bagas, anak kelas 1, sebagai wakilku. Tuh anak pake acara ngelak lagi. Padahal mukanya kepengen. Tapi akhirnya dia mau juga. Hehehe. 

Yak teman-teman semua, mari kita doakan teman kita ini agar bisa menjadi ketua yang benar. Sekian!!