I FEEL WEIRD
Awalnya, aku tidak tahu apa itu cinta. Seumur hidupku, aku terkenal sebagai anak yang sangat nakal. Aku menjahili orang, bermain sepak bola sampai matahari tenggelam, tertawa, dimarahi orang tua dan guru, dibenci anak-anak cewek, dan lainnya. Aku hanya bermain dengan teman-teman, dan tidak peduli dengan yang namanya "cinta".
Ketika lulus SD, entah kenapa nilaiku bagus, dan aku lolos masuk ke sebuah sekolah yang terkenal bagus kualitasnya. Aku tidak merasa takut sedikitpun. Sudah aku bilang, aku tidak mempunyai ketegangan dalam hal apapun. Aku orangnya terlalu santai. Jadi, wajar saja kalau orang-orang sering bilang "kamu seperti anak-anak!" ke aku. Aku sih, nggak terlalu menanggapinya dengan serius. Just have fun!
Kadang-kadang aku juga stress. Tapi, tidak pernah stress secara serius. Lagipula aku punya rumah yang layak, dan semua peralatan hidupku disediakan orang tua. Jadi aku hanya stress tentang nilai-nilai sekolah, yang sedikit bisa diatasi.
Tapi, semua berubah ketika aku melihatnya. Ketika maru masuk SMP, aku melihatnya, dan aku tidak merasa suka dengannya. Dia hanya cewek biasa. Dia terlihat sangat ceria, dan suka
bermain dengan teman-temannya.
Suatu hari, aku disuruh memanggil guru melukis oleh wali kelasku. Kebetulan saat itu waktunya ekstrakurikuler. Sebenarnya aku agak malas. Tapi, kalau tidak dituruti, aku akan dimusuhi seumur hidup oleh guru itu. Ya, aku kan suka usil gitu...
Sampainya di ruang klub melukis, ternyata gurunya tidak ada. Aku dengan sembarang langsung masuk ke kelas itu, untuk melihat ketua kelasku yang kebetulan anggota klub melukis. Di luar dugaanku, cewek itu juga ikut klub melukis! Aku melihat lukisannya, dan luar biasa. Aku melihatnya, dan dia sama sekali tidak melihat ke arahku. Dia asyik dengan lukisan yang ia buat. Padahal dia tidak terlalu cantik, tapi mataku selalu melihat ke arahnya. Dia berbeda dari gadis lain. Dia sederhana. Pikir deh, di jaman sekarang, mana ada anak yang tinggal di kota besar yang mengikat rambutnya dengan rapi, dan tidak memakai make up? Bajunya juga rapi sekali. Tiba-tiba saja, dia jadi sangat manis...
Aku menanyakan namanya pada ketua kelasku yang bernama Kyuta. Dia bilang, cewek itu bernama Yuu. Yuu, nama yang manis. Kata Kyuta, dia akan berkolaborasi dengan Yuu untuk lomba di tingkat kota. Hmm.. berarti Kyuta dan Yuu lumayan akrab ya. Apakah ini kesempatanku menekati Yuu lewat Kyuta?
Mulai detik itu, aku sering menyapanya. Kalau dia lewat di depanku, aku akan mengatakan, "Hai, kamu anak klub melukis, kan?" Dan dia akan mengatakan "Iya" sambil tersenyum. Senyumnya membuatku berdebar-debar. Aku sering sekali memperhatikannya. Jika aku melewati kelasnya, aku pasi menyempatkan diri untuk sekedar melihatnya. Tapi, rasanya dia jauh sekali. Dia terlihat pintar. Sedangkan aku, sangat kekanak-kanakan.
Saat kenaikan kelas tiga, orang-orang mulai menyibukkan diri dengan les. Ada temanku yang mengajakku untuk ikut les. Katanya, jika beramai-ramai, bisa dapat diskon. Sebenarnya aku agak malas, tapi orang tuaku menyuruhku untuk ikut, melihat nilaiku yang memprihatinkan. Akhirnya, dengan berat hati, aku ikut.
Hari pertama masuk les. Huh, nggak enak nggak seru! Orang-orangnya kelihatan serius banget. Beberapa menit kemudian, bel pun berbunyi, dan guru masuk ke kelas. Seperti biasa, aku hanya mendengarkan guru tanpa menyimak dengan baik. Ketika sedang serius belajar, tiba-tiba pintu di ketuk. Terlambat di hari pertama? Benar-benar berani, pikirku. Orang itu kemudian masuk, dan minta maaf pada guru. Dia terlihat sangat tergesa-gesa dan panik. Aku tidak melihat orang itu, karena aku asyik mencoret-coret bukuku. Orang itu berjalan, kemudian duduk agak di belakangku. Aku iseng menoleh ke belakang, dan jantungku nyaris meledak. Ya, orang itu adalah Yuu. Dia Yuu! Dia Yuu! Oh Tuhan, terima kasih banyak! Aku sekelas dengan Yuu di les, benar-benar seperti mimpi!
Tiba-tiba saja aku menjadi sangat bersemangat. Tapi, walaupun begitu, aku belum berani berbicara dengan Yuu. Aku pun selalu melucu di kelas, untuk menarik perhatian Yuu. Dan Yuu tertawa! Dia tertawa oleh semua lelucon dan tingkah lakuku! Senangnyaaa....!!
Aku jadi tambah sering memperhatikan dia. Di les terutama. Dia itu sering sekali telat. Padahal orangnya begitu, ternyata bisa telat juga! Haha!
Suatu ketika, Yuu terlambat lagi, dan tempat duduk sudah habis. Dia terlihat kebingungan harus duduk di mana. Dan kebetulan yang sangat kebetulan, tempat duduk di sampingku kosong! Aku segera memanggilnya untuk duduk di sampingku. Tapi aku tidak yakin dia akan duduk disampingku, karena biasanya cewek itu pemalu jika duduk disamping cowok. Tapi, dugaanku salah! Dia duduk di sampingku! Jantungku berdebar sangat kencang!!
"Emm.. Kamu Yuu, kan?" kataku kepadanya. Terdengar sedikit kaku
"Ah, iya. Kamu Sou kan? Salam kenal, ya!" katanya. Aku kaget. Dia tau namaku! Dia tau namaku!
"Iya, sama-sama.." kataku. Kita mulai ngobrol yang ringan-ringan. Orangnya lumayan seru diajak ngomong, tetapi harus aku yang duluan angkat bicara. Dia orangnya tidak banyak bicara.
Kita jadi sedikit lumayan akrab. Dia mau saja jika aku ajak bicara, aku mintai tolong sesuatu, atau duduk di sampingku. Benar-benar polos! Aku selalu berdebar-debar jika ada dia. Aku tidak berani macam-macam. Mungkin ini yang namanya... CINTA?!
Suatu hari, di pagi yang cerah, aku berjalan ke sekolah. Sampai di kelas, Aku melihat Kyuta.
"Hoii Kyuta!" kataku menyapanya.
"Hoi juga," katanya dengan agak lesu. Aku bingung dengan apa yang terjadi.
"Ada apa nih, kok lesu?" tanyaku.
"Nggak, nggak ada apa-apa kok," katanya.
Ketika bel istirahat berbunyi, aku melihat Yuu dan sahabatnya Luna yang kebetulan teman sekelasku sedang ngobrol. Kelihatannya serius sekali. Padahal, biasanya mereka selalu bercanda. Ketika aku lewat, tiba-tiba saja Yuu menyebut nama "Kyuta". Aku bingung. Ada apa? Ada apa? Luna juga mengeluarkan ekspresi kaget yang serius. Ada apa ini? firasat buruk?
Dan akhirnya bel masuk berbunyi, dan kita masuk kelas. Dan saat bel istirahat kembali berbunyi, Yuu masuk ke dalam kelasku. Dia mencari Kyuta. Dan pada detik itu juga, seluruh kelasku heboh.
"Waa...!! akhirnya Kyuta punya pacar! Selamat ya!" kata anak-anak cewek.
"Wuih, hebat ketua kelas kita, bisa dapet anak kelas B!" kata beberapa anak lain. Yuu dan Kyuta wajahnya langsung memerah. Aku sangat shock. Apa yang sudah aku lewatkan?
"Eh, mereka itu pacaran ya?" tanyaku pada temanku.
"Nggak tau ya? Katanya Kyuta nembak Yuu kemarin," kata temanku itu.
"Ma..Masa sih?" tanyaku. Aku sangat shock. Sedih, kesal, tercampur di dadaku.
"Iya, lagian mereka itu cocok banget! Mereka berdua bisa melukis. Dan mereka ditunjuk untuk lomba melukis antar kota kan? mungkin saja saat latihan mereka jadi saling suka," kata temanku itu. Dia tidak tau bahwa kata-katanya sangat menusukku.
"Oh, begitu ya..." jawabku. Aku kesal. Aku kesal. Rasanya aku ingin memarahi diriku. Coba saja aku bilang dari awal bahwa aku suka dia. Mungkin hal ini tidak akan terjadi, kan? Oh Tuhan, tolonglah. Hanya Yuu yang ada di hatiku. Hanya Yuu yang selalu kupikirkan. Hanya Yuu yang bisa membuatku semangat. Hanya Yuu yang aku inginkan. Hanya Yuu...
LOVE IT TURNED OUT HORRIBLE
Depresi depresi depresi. Cuma itu yang aku pikirkan. Depresi, patah hati. Ya, patah hati. Padahal baru sekarang aku merasa suka pada seseorang, dan bersemangat untuk mendekatinya. Tapi rasanya sudah tidak mungkin. Tak terasa sudah setengah jam aku duduk di bangku sambil menghela nafas